Saturday, Sep 20th

Last update07:24:45 AM GMT

You are here: Berita Dewan Minta Aturan Main PPDB Online Direvisi

Dewan Minta Aturan Main PPDB Online Direvisi

E-mail Cetak PDF

Karena siswa hanya boleh pilih 1 sekolah negeri

BEKASI-Jelang proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online Kota Bekasi,Juli nanti, anggota Komisi D DPRD Kota Bekasi Sardi Effendi, meminta Dinas Pendidikan Kota Bekasi untuk merevisi Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB Online tahun 2011.

Aturan main PPDB online yang mesti direvisi adalah, pilihan sekolah yang ditentukan siswa dalam formulir online karena menurut  Sardi, pola itu akan memicu keributan dan konflik dari orangtua murid.

“Kalau anak tidak mampu tidak diterima di negeri lalu  otomatis pilihannya masuk ke sekolah swasta yang belum tentu sekolah swasta dalam pilihan itu dekat dengan rumahnya. Belum lagi, kemauan anak yang ingin masuk sekolah negeri, ini jelas akan memicu protes orangtua,” tegasnya.

Sebab itu dia juga meminta kepada Plt Wali Kota Rahmat Effendi agar, menindak lanjuti perubahan juklak pemilihan sekolah negeri.

“Kalau ada 2 pilihan sekolah negeri, bisa jadi kalau anak tidak diterima di pilihan pertama mungkin si anak masih mau di pilihan negeri kedua, kalau tidak diterima juga otomatis yang dipilih pastilah sekolah swasta,” sambungnya menjelaskan.

Politisi asal PKS ini juga, menghimbau Dinas Pendidikan Kota Bekasi agar mewajibkan sekolah negeri untuk mencatumkan NEM tertinggi dan terendah tahun lalu. Hal ini dilakukan agar, masyarakat dapat memperhitungkan nilai sebelum mendaftar di sekolah-sekolah PPDB online.

Sementara itu perihal kuota rombongan belajar(rombel/kelas.red), Sardi mengingatkan agar kesepakatan jumlah yang ditentukan tidak boleh melebihi kapasitas yang ditentukan. “Kalaupun ternyata melebihi kapasitas, pasti ada konsekuensi bagi sekolah yang diterima disdik,” tegasnya mengingatkan.

Adapun kuota rombel yang bakal diterima PPDB online tahun ini adalah, SMA 42 siswa per-kelas, SMP 46 siswa.

Dari jumlah itu, 25 persen-nya berasal dari kuota Bina Lingkungan (BL), dimana 5 persen-nya untuk siswa/I prestasi dengan pembuktian sertifikat, 12,5 persen dari bina lingkungan atau siswa yang tinggal di daerah sekitar sekolah, sedangkan 7,5 persen dari siswa kurang mampu.

“ Khusus bina lingkungan ini mesti dibuktikan juga dengan surat domisili dan kartu keluarga. Jadi apabila sudah melengkapi siswa bisa dikutsertakan. Sedangkan sekolah mesti mengikuti aturan yang sudah ditentukan dengan adanya Juklak dan Juknis yang diatur,” tegasnya.

Menanggapi hal itu Kepala Bidang Bina Program Dinas Pendidikan Kota Bekasi Ali Fauzie menjelaskan, pihaknya hanya akan mengikuti juklak dan juknis yang sudah ditetapkan oleh kepanitiaan PPDB sebelumnya.

Mulai dari tahapan sosialisasi dan lainnya karena, proses penyusunan juknis dan juklak kata dia, sudah melibatkan stake holder pendidikan yang ada. “Apalagi ini sudah menyangkut rombongan belajar. Kami tinggal menjalankan saja juklak dan juknis yang ada, apalagi sekarang ini sudah berjalan dan tinggal menilai kemampuan anak yang mengikuti PPDB online,” tuturnya. SUMBER

Link Web Lainnya

Jajak Pendapat

Ekskul apakah yang paling anda suka?













Hasil

Stasistik Website

Sistem Operasi : Linux s
PHP : 5.2.17
MySQL : 5.5.39-36.0
Waktu : 18:00
Caching : Nonaktif
GZIP : Nonaktif
Anggota : 712
Konten : 129
Jumlah Kunjungan Konten : 251294

Kontak Kami

Kontak Kami

Jl. Pulo Sirih Raya, Taman Galaxy Bekasi Selatan
Kode Pos - 17148, Kota Bekasi

  • Telp : +62 21 820 0251
  • Fax : +62 21 8241 1703